Make your own free website on Tripod.com

 

  

          Joint #SP#

 

           

Apresiasi Puisi         Apresiasi Cerpen        Apresiasi Esei          Apresiasi Puisi 2       Apresiasi Cermin            Pers Rilis                  Kajian Sastra

CERMIN - 04

Cerita Mini (Cermin) Syafrizaldi

AKU, BAPAKKU DAN CALON ISTRIKU

Haram jadah!, emosiku memuncak seolah ingin kuhancurkan segala yang terpampang didepanku (1). Tubuhnya kejang lalu lemas dan terkulai disisi tempat tidur ketika kukatakan "aku sudah tak sanggup lagi melayanimu, bapak!, keinginan nafsumu selangit! biadab! bejat! jalang! pelacur laki-laki! setan alas! hidung belang! Pergilah ke neraka!, dajjal kau! enyah! atau aku kuremukkan tulangmu!?" (2).

Sekejap terbayang bapak yang telah memejarakanku sejak aku masih belum tahu apa tentang kehidupan nyata, semenjak anak-anak (3). Pernah sekali waktu tubuhu kejang ditamparnya lantaran saudara lelakinya yang penjilat itu (4). Disaat lain aku dipaksa menjadi "anak temannya" ketika sedang merayu perempuan jalang disudut warung remang komplek pelacuran (5). Aku pernah pula menjadi barakai (tukang pegang kartu) ketika ia asyik berjudi dengan kuli bangunan (6). Dan, yang paling membuat sangat benci adalah sewaktu harus menjadi penjaga pintu disaat ia menyetubuhi gadis tetanggaku (7). Semua ini kujalani dengan sebuah semangat pengorbanan, pengabdian, menyantuni, mengasihi, menyayangi, demi bapakku yang dari tetes spermanya aku menjadi orang (8). Kini aku telah tumbuh menjadi pemuda pendiam, diam
atas segala kelakuan dan tindak tanduknya (9).

Sedianya, seorang perempuan menaruh harapan dipundakku untuk menjadi lakinya (10). Perempuan itu perempuan paling bahenol sejagat yang pernah aku temui (11). Dengan pantat dan dadanya yang padat membusung serta kelakuannya yang sebaik malaikat, benar-benar membuat aku mati kutu, kepincut berat.(12). Aku memujanya, barangkali lebih dari pemujaanku kepada Tuhan karena Tuhan tidaklah lebih baik dari padanya (13).

Kemaren siang, perempuan bahenol itu datang sembari mengumbar celoteh liarnya, lalu kami asyik masyuk hingga sore(14). Hujan lebat telah menghentikan niat kami untuk berjalan-jalan diseputaran kebun singkong di belakang rumah (15). Menjelang hujan teduh, si perempuan mandi di kamar
mandi reot sebelah kamar rumah bapakku yang ala kadarnya itu (16). Entah dari mana datangnya, tiba-tiba bapakku pulang basah kuyup dan langsung ke biliknya yang barusan kami pakai untuk bercinta (17). Aku menunggu keramasnya perempuan bahenolku di tengah rumah yang sekaligus menjadi ruang
tamu(18). Lama menunggu tak sabaran, iseng aku menjemput rokok ketengan yang tergeletak di meja kamar bapak (19). Terperanjat mataku melotot keluar ketika kulihat bapak, matanya menempel ke dinding kamar mandi, telanjang bulat dan tangannya memegang kemaluan tegang berlendir, sedang beronani
(20).

 

HOME

 

 

 TOP TEN CERMIN 

 

1. RAJA

Sigit Susanto

 

2. BEBEK SANTET

Saut Situmorang

 

3. MATI LAMPU #3

Pitecantropus Ereksiterus

 

4. AKU BAPAKKU DAN CALON ISTRIKU

Syafrizaldi

 

5. ISTRIKU

Ragil Nugroho

 

6. TENTANG WAKTU

Moyang

 

7. PRESIDEN! KAKUS ITU

Ben Abel

 

8. MUSDI

Narxcis

 

9. KEPUTUSAN

Iwan Sukri

 

10. YANG DITIRIKAN

Nike Nike

(c) Sarabunis Mubarok 2004