Make your own free website on Tripod.com

 

  

          Joint #SP#

 

           

Apresiasi Puisi         Apresiasi Cerpen        Apresiasi Esei          Apresiasi Puisi 2       Apresiasi Cermin            Pers Rilis                  Kajian Sastra

CERMIN - 05

Cerita Mini (Cermin) Ragil Nugroho

ISTRIKU

Pembaca yang budiman, istriku sebenarnya tidak bawel, biasa-biasa saja, tidak pernah menuntut macam-macam, kalau pun menuntut, hanya tuntutan yang sederhana, mengantarkanya ke kamar mandi untuk kencing setiap jam satu malam. Sekarang istriku sedang hamil tujuh bulan, tinggal dua bulan lagi akan melahirkan anak kami. 

Seperti yang aku katakan tadi, ia tidak pernah menuntut macam-macam, susu, segala perlengkapan bayi, biaya untuk melahirkan dan segala tetek bengek proses melahirkan sudah ia persiapakan. Aku sebetulnya cukup bangga mempunyai istri dia, tapi sekarang timbul masalah. Setahun yang lalu aku harus berangkat ke Jakarta karena diangkat menjadi salah satu pimpinan komunis, berjuang untuk kaum buruh-tani, kaum miskin perkotaan. 

Sejak aku ke Jakarta, istriku selalu sendirian kalau harus kencing setiap jam satu malam, untuk membangunkan mertuanya tidak berani atau mungkin sungkan, akhirnya, walaupun ketakutan ia paksa untuk pergi kekamar mandi. Aku menyarankan, untuk mebeli pispot saja, sehingga kalau kencing tidak perlu ke kamar mandi. Dibelilah pispot, setiap kencing sekarang cukup di pispot, tapi ini tidak berlangsung lama. Ketika musim petai tiba, masalah baru timbul, air seni yang tersimpan dalam pispot sangat bau sekali, bau petai. Karena bau itu, istriku tidak bisa tidur lagi setelah kencing jam satu malam, akibatnya, sering kali kalau kuliah ketiduran, badannya pegal-pegal, kesehatanya sering merosot, apalagi kandungannya semakin membesar. Ia menjadi sering marah-marah, setiap menelponku selalu marah-marah, seringkali masalah kecil menjadi sumber kemarahannya. 

"Kenapa kau sekarang sering marah?", kataku sambil merabahkan tubuh di atas tempat tidur ketika aku balik ke Surabaya. 

"Bukankah selama ini aku tidak pernah menuntut macam-macam?", kata-kata istriku memulai pembicaraannya, "kalau pun meminta, cuma minta antar ketika kencing setiap jam satu malam, sebetulnya aku hanya ingin, kaulah yang mengantarkanku kencing setiap jam satu malam". 

Sekarang, setiap hari, istriku selalu telepon, kapan balik ke Surabaya, akibatnya, konsentrasiku menjadi buyar. Pernah sebuah tawaran aku ajukan, bagaimana kalau ia pindah ke Jakarta, tapi tawaranku ditolaknya mentah-mentah.

"Aku tidak mau hidup di Jakarta, Surabaya kota kelahiranku, bayi ini akan kulahirkan disini", katanya menjawab tawaranku itu sambil bersungut-sungut.

Aku dihadapkan pada dua pilihan sulit pembaca, tetap di Jakarta atau kembali ke Surabaya. Kadang aku terseyum sendiri ketika memikirkan hal ini, masa aku harus meninggalkan tugas perjuangan gara-gara air kencing, tapi itulah yang terjadi pembaca. 

Aku tuliskan ini agar pembaca membantuku memberikan jalan keluar., soalnya aku pusing sekali menghadapi persoalan sepele ini. Pusing!!!***

Jakarta, 18/06/04

 

HOME

 

 

 TOP TEN CERMIN 

 

1. RAJA

Sigit Susanto

 

2. BEBEK SANTET

Saut Situmorang

 

3. MATI LAMPU #3

Pitecantropus Ereksiterus

 

4. AKU BAPAKKU DAN CALON ISTRIKU

Syafrizaldi

 

5. ISTRIKU

Ragil Nugroho

 

6. TENTANG WAKTU

Moyang

 

7. PRESIDEN! KAKUS ITU

Ben Abel

 

8. MUSDI

Narxcis

 

9. KEPUTUSAN

Iwan Sukri

 

10. YANG DITIRIKAN

Nike Nike

(c) Sarabunis Mubarok 2004